Minggu, 24 Januari 2016

“Jurus sakti” efisiensi Bank BCA

Efisiensi, efektifitas, dan kualitas penerapan Tata Kelola Perusahaan di BCA merupakan kunci dari keberhasilan perusahaan dalam menopang perusahaan dan mencapai targetnya. BCA secara konsisten menyempurnakan berbagai proses dan infrastruktur serta merampingkan berbagai sistem dan prosedur untuk mendukung efisiensi, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan sesuai peraturan yang berlaku di industri perbankan. Banyak efisiensi yang dilakukan oleh bank BCA baik dari segi gedung, produknya maupun SDM-nya. Berikut ini saya akan jabarkan aspek-aspek efisiensi yang berhasil diterapkan di bank BCA yang saya telah amati.

BCA telah melakukan otomatisasi beberapa system di cabang-cabang, diantaranya adalah penggunaan mesin-mesin untuk membantu meningkatkan produktivitas dan akurasi layanan teller, seperti teller-assisted machine. Otomatisasi juga mulai diterapkan dalam validasi data nasabah, terutama pada saat proses pembukaan rekening baru, dengan memanfaatkan akses pada data kependudukan Pemerintah yang berbasis elektronik. Berbagai langkah otomatisasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada para nasabah BCA sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan di kantor cabang.

Di tengah berbagai tantangan eksternal dan meningkatnya kompleksitas bisnis perbankan, BCA percaya bahwa penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik merupakan fondasi bagi terbentuknya infrastruktur perbankan dan budaya perusahaan yang kokoh. Hal tersebut akan berkontribusi terhadap kelangsungan kinerja usaha sekaligus kinerja usaha sekaligus membantu dalam meminimalisasi risiko-risiko yang dihadapi.

Gambar cabang BCA. Sumber : http://www.kabarsatu.co/

Langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan kualitas penerapan Tata Kelola Perusahaan akan memperkuat BCA secara kelembagaan, menjadikan BCA lebih mudah untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan usaha yang semakin kompetitif dan pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. BCA telah menerima berbagai penghargaan atas Tata Kelola Perusahaan yang Baik selama beberapa tahun terakhir, yang merupakan bukti bahwa publik mengakui prestasi dan upaya BCA untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

Efisiensi di PT. Bank Central Asia

1. Pengertian Efisiensi
Efisiensi menurut para ahli :
          

Pengertian efisiensi itu sendiri telah didefinisikan oleh banyak pakar ekonomi dan manajemen, diantara adalah pengertian Efisiensi menurut Malayu S.P Hasibuan yaitu : “Perbandingan terbaik antara input (masukan ) dan output (hasil), antara keuntungan dengan biaya (antara hasil pelaksanaan dengan sumber yang digunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas”. (1994 ; 07)

Menurut Dearden yang di terjemahkan oleh agus Maulana dalam bukunya yang berjudul “Sistem Pengendalian Manajemen”,pengertian efisiensi adalah sebagai berikut : “Efisiensi diartikan sebagai kemampuan suatu unit usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan, efisiensi selalu dikaitkan dengan tujuan organisasi yang harus dicapai oleh perusahaan”. (Agus Maulana, 1997:46)

Dalam kamus besar pengertian efisiensi adalah: “ Kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat (dengan tidak membuang-buang waktu,tenaga dan biaya)”. (1995 : 250)

2. Syarat-syarat Efisiensi yang Sudah Terpenuhi di Bank BCA

Segala bentuk keputusan dan kinerja akan diperhitungkan dan dinilai kembali dalam GCG atau Good Coorporate Governance yang dilakukan setiap tahunnya. BCA telah memenuhi syarat-syarat efektif di perusahaanya dengan memenuhi point-point sebagai berikut :

2.1 Berhasil guna (efektif)
     

Kegiatan telah dilaksanakan dengan tepat dalam arti target tercapai sesuai waktu yang ditetapkan tanpa mengabaikan kualitas.

Ini dapat kita tinjau dari pencapaian tahun 2014. Meskipun sedikit lebih rendah dari yang diharapkan sebelumnya, BCA mencatat pertumbuhan kredit yang positif sebesar 11,0% pada tahun 2014. Sepanjang tahun, BCA memusatkan perhatian terhadap penyaluran kredit kepada nasabah berkualitas dengan kemampuan yang telah teruji dalam bertahan menghadapi kondisi politik dan ekonomi yang berfluktuasi. Secara keseluruhan, segmen kredit korporasi dan komersial merupakan penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan kredit BCA pada tahun 2014. Pertumbuhan kredit tersebut dicapai dengan terjaganya kualitas aset secara keseluruhan dimana rasio NPL tercatat 0,6%. Rasio NPL BCA berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan dengan sektor perbankan sebesar 2,2%. (Annual Report BCA : 40)

Hal ini yang menjadi keyakinan saya bahwa BCA benar-benar menjalankan prosedur GCG sehingga berhasil mencapai target walaupun kondisi keuangan sedang tidak stabil.

2.2 Ekonomis

Untuk meminimalkan biaya operasional di kantor cabang, BCA terus berupaya mendorong penggunaan jaringan elektronik sebagai sarana transaksi dan berbagai layanan perbankan bagi nasabah. Sehingga beban operasional dalam perusahaan akan berkurang dan BCA telah melakukan hal ini.

2.3 Pelaksanaan kerja dapat dipertanggungjawabkan

Komite Audit BCA dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dengan tujuan membantu Dewan Komisaris dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan (oversight) atas hal-hal yang terkait dengan laporan keuangan, system pengendalian internal, pelaksanaan fungsi audit internal dan eksternal, implementasi Good Corporate Governance (GCG) serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal diatas dilakukan untuk membuktikan bahwa dalam pelaksanaan kerja benar-benar di buat se objektif mungkin, mencerminkan fakta sesusungguhnya, dengan membuat report-report sebagai bukti pengeluaran pengeluaran yang telah dilakukan.

2.4 Pembagian kerja yang nyata

Dalam pembagian kerja harus didasarkan pada kemampuan masing-masing individu yaitu benar-benar berdasarkan beban kerja, ukuran kemampuan kerja dan waktu yang tersedia. Dalam melaksanakan fungsi tersebut, Direksi BCA BCA teah memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas diantaranya yaitu menetapkan kualifikasi SDM serta struktur organisasi yang jelas menyangkut batasan wewenang, tugas dan tanggung jawab serta fungsi pada aktivitas yang memiliki risiko serta prosedur kaji ulangnya

2.5 Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab

Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab dari Bank BCa terdiri atas dewan komisaris dan Direksi yang sama-sama melakukan pengawasan dan tanggung jawab pada pelaksanaan kinerja perusahaan. Wewenang dan tanggung jawab mereka bersumber pada pedoman penerapan PBI No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 (Annual Report BCA 2014 : 73)

2.6 Prosedur kerja yang praktis

Untuk mengelola O & M dalam perusahaan. BCA menerapkan GCG yang baik di dalam perusahaan. Di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi oleh sektor perbankan Indonesia, penerapan Tata Kelola

Perusahaan yang baik, (Good Corporate Governance – GCG) secara konsisten merupakan factor penting dalam memelihara kepercayaan nasabah, pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Penerapan prinsip-prinsip GCG di seluruh jenjang organisasi mendukung upaya BCA dalam mempertahankan reputasi sekaligus memastikan teracapinya kinerja usaha yang sehat.

2.3.3 Proses Efisiensi

BCA secara konsisten menyempurnakan berbagai proses dan infrastruktur serta merampingkan berbagai sistem dan prosedur untuk mendukung efisiensi, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan sesuai peraturan yang berlaku di industri perbankan. BCA telah melakukan otomatisasi beberapa system di cabang-cabang, diantaranya adalah penggunaan mesin-mesin untuk membantu meningkatkan produktivitas dan akurasi layanan teller, seperti teller-assisted machine.

Otomatisasi juga mulai diterapkan dalam validasi data nasabah, terutama pada saat proses pembukaan rekening baru, dengan memanfaatkan akses pada data kependudukan Pemerintah yang berbasis elektronik. Berbagai langkah otomatisasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada para nasabah BCA sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan di kantor cabang.

2.3.4 Infrastruktur Teknologi Informasi yang kuat

BCA mengintegrasikan protocol komunikasi dan sistem dengan backup redundansi melalui dua data center yang saling melengkapi di Jakarta. BCA juga mengoperasikan disaster recovery center di Surabaya untuk meminimalkan risiko kegagalan sistem.

Infrastruktur teknologi informasi yang andal merupakan prasyarat utama dalam mendukung pesatnya peningkatan volume transaksi nasabah. Pada tahun 2014, BCA meremajakan perangkat keras core network, server dan perangkat lain yang telah mencapai akhir masa manfaatnya.

Peremajaan juga dilakukan terhadap sistem operasi mainframe, database dan server lainnya yang tidak lagi didukung oleh para vendor. Kapasitas jaringan dan perangkat keras yang mendukung proses sistem perbankan inti, ditingkatkan dalam mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Redundansi jaringan diharapkan dapat memitigasi kegagalan sistem dan memungkinkan pemulihan jaringan secara otomatis atas suatu kerusakan peralatan tanpa menyebabkan gangguan sistem atau kehilangan data.

Sebagai bagian dari kebijakan redundansi, BCA mengelola dua data center di Jakarta. Setiap data center mampu menangani seluruh volume transaksi nasabah secara mandiri. Dua data center ini dirancang untuk mengelola redundansi data yang bertujuan mempertahankan kelangsungan bisnis bila terjadi kegagalan sistem di salah satu lokasi.

3. Ruang lingkup O & M di BCA
3.1 Anailisis organisasi
Sumber : Annual Report Bank BCA 2014

BCA fokus pada pengembangan infrastruktur dan penyempurnaan struktur organisasi unit-unit kerja di bawah Grup Perbankan Individu. Di tahun 2014, BCA melakukan reorganisasi unit kerja di Divisi Perbankan Individu untuk memfasilitasi peningkatan kerja sama antar unit kerja pada divisi tersebut. BCA Prioritas dan BCA Solitaire melakukan penyelarasan struktur organisasi dalam hal integrasi bisnis dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia guna memberikan layanan yang lebih optimal kepada nasabah.

Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh
  1. Dikutip dari laporan tahunan Bank BCA tahun 2014 halaman 75, BCA telah memiliki kebijakan system pengendalian internal yang mencakup lima komponen :
    1. Pengawasan oleh manajemen dan pengembangan kultur pengendalian risiko
    2. Identifikasi dan penilaian risiko
    3. Kegiatan pengendalian risiko dan pemisahan fungso
    4. System akuntansi, informasi dan komunikasi
    5. Kegiatan pemantauan dan tindakan koreksi penyimpangan
  2. BCA telah memiliki :
    1. Business continuity plan dan disaster recovery plan, untuk mempercepat proses pemulihanpada saat terjadi bencana (disaster);
    2. Backup system, untuk mencegah kegagalan usaha yang berisiko tinggi.
  3. Setiap kegiatan proses operasional unit kerja di BCA berpedoman pada standar manual kerja yang didalamnya telah melekat system pengendalian internal yang memadai. Efektivitas pengendalian internal unit kerja dikaji ulang secara berkala oleh Pengawasan Internal di kantor cabang, kantor wilayah dan kantor pusat serta oleh Divisi Audit Internal.
  4. Seluruh manajemen dan karyawan BCA memiliki peran dan tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas dan pelaksanaan sistem pengendalian internal BCA.
3.2 Komunikasi dalam organisasi

Komunikasi internal memiliki peran sentral dalam membangun karakter dan budaya perusahaan serta soliditas tim kerja. Komunikasi internal yang lancar, intensif dan efektif dalam menyebarkan informasi perusahaan akan mendorong percepatan proses dan mekanisme di semua lini perusahaan. Untuk itu pencapaian kinerja perusahaan secara keseluruhan tidak terlepas dari dukungan komunikasi internal perusahaan yang baik.

Media komunikasi internal yang ada di BCA, antara lain :
  1. Info BCA
  2. InfoBCA adalah majalah bulanan internal BCA yang berfungsi sebagai media edukasi, sosialisasi, hiburan, dan sarana untuk saling berbagi pengetahuan serta pengalaman dan kegiatan seputar perusahaan bagi seluruh karyawan BCA
  3. BCA Update
  4. Leafleat mengenai Kinerja Keuangan BCA, terbit 4 kali dalam setahun atau setiap triwulan. Disampaikan ke seluruh manajemen, Kantor Wilayah dan Kantor Cabang serta ke lembaga terkait.
  5. MyBCA
  6. MyBCA adalah media komunikasi internal BCA yang berbasis internet. Jaringan internet ini hanya dapat diakses oleh kalangan internal BCA menggunakan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan. MyBCA dikelola oleh Grup Teknologi Informasi bersama Aspek Humas dan unit kerja lain di kantor pusat. Masing-masing unit kerja memiliki portal sendiri-sendiri yang dapat diakses melalui halaman utama MyBCA. Website internal ini berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan informasi perusahaan dan program unit kerja terkait, sosialisasi produk, layanan, program, sarana edukasi dan pembelajaran, serta beragam informasi penting lainnya.
  7. Email
  8. Email BCA juga memanfaatkan email untuk media komunikasi internal. BCA menggunakan email blast untuk menyebarkan informasi perusahaan, produk, program kerja atau acara, maupun informasi lainnya.
  9. Microsoft Lync
  10. Media komunikasi internal lainnya adalah berupa fasilitas komunikasi internal berbasis software Microsoft lync. Melalui fasilitas Microsoft lync ini karyawan dapat mengirim data atau informasi melalui PC masing-masing dan saling berkomunikasi seperti halnya fasilitas obrolan (chatting) yang terdapat pada gadget modern. Fasilitas Microsoft lync sangat bermanfaat terutama untuk hal-hal yang bersifat urgent karena pesan yang masuk langsung muncul di layar monitor disertai dengan tanda pesan masuk. Selain itu fasilitas Microsoft lync dapat digunakan untuk mengirimkan file atau data yang berukuran besar.
  11. Facebook semua beres
  12. BCA menggunakan facebook sebagai sarana komunikasi internal dengan nama facebook Semua Beres. BCA menggunakannya sebagai sarana untuk berbagi mengenai kinerja BCA, khususnya terkait dengan solusi BCA atau value BCA. Kalangan internal BCA yang telah terdaftar saling terhubung satu sama lain dan dapat bertukar informasi dan berbagi pengalaman.
  13. HaloSDM
  14. Layanan call center bagi karyawan BCA, merupakan sarana komunikasi untuk menjembatani informasi yang berkaitan dengan ketentuan-ketentuan SDM. Sarana ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada setiap pekerja untuk lebih mengetahui, memahami dan mengikuti ketentuan yang berlaku di BCA dengan lebih baik.
3.3 Tata kerja, prosedur dan system kerja

Dikutip dari Annual Report BCA tahun 2014 halaman 74, tata kerja, prosedur dan system kerja di BCA secara langsung merupakan tugas dari Dewan komisaris sebagai fungsi pengawasan dan dibantu oleh komite Audit, Komite pemantau resiko dan remunerasi dan normalisasi

  1. Komite Audit, dibentuk untuk memastikan terselenggaranya sistem pengendalian internal, proses pelaporan keuangan dan tata kelola perusahaan ang efektif.
  2. Komite Pemantau Risiko, dibentuk untuk memastikan bahwa kerangka kerja manajemen risiko telah memberikan perlindungan yang memadai terhadap risikorisiko yang dihadapi oleh Bank.
  3. Komite Remunerasi dan Nominasi, dibentuk untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan remunerasi serta sistem dan prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
Dewak komisaris juga secara aktif melakukan tugas-tugas berikut :
  1. Dewan komisaris secara aktif memberikan saran kepada Direksi dalam menentukan langkahlangkah strategis yang perlu dijalankan.
  2. Dirksi secara aktif melakukan diskusi dan memberikan masukan serta memantau kondisi internal dan perkembangan faktor eksternal yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi strategi bisnis BCA.
3.5 Pentingnya filling

Filing di dalam setiap perusahaan merupakan hal yang penting. Begitupun dengan BCA. BCA sudah melakukan filing secara terkomputerisasi.

3.6 Penyimpanan data dan dokumen

BCA telah melakukan peremajaan system hardware server yang menunjang penyimpanan data dan dokumen utama pada server. BCA juga memiliki 2 data center untuk menanggulangi jika data lainnya sedang down. Selain dua data center tersebut, BCA juga mengelola Disaster Recovery Center (DRC) di Surabaya.
DRC tersebut dirancang untuk berintegrasi secara penuh dengan dua data center yang beroperasi secara mirroring. Dengan posisinya sebagai bank transaksi terkemuka dengan cakupan nasional, BCA berkomitmen untuk memastikan kesiapan apabila terjadi bencana sehingga Bank tetap dapat menjaga kelangsungan operasional dengan downtime yang minimal. Surabaya dipilih sebagai lokasi untuk DRC tersebut dan sebagai pusat kelangsungan bisnis (Business Continuity Platform) dengan mempertimbangkan tingkat risiko terjadinya bencana alam yang relatif rendah, ketersediaan infrastruktur, serta jumlah karyawan terlatih yang relatif besar di Surabaya. DRC Surabaya juga berfungsi sebagai pusat pengujian produk dan layanan baru, serta memiliki kapasitas untuk digunakan sebagai data center ketiga.

3.7 Formulir

Formulir yang terdapat dalam BCA merupakan formulir berbentuk web, sehingga dapat diakses oleh user dari manapun. Namun masih juga terdapat formulir konvensional berupa hardcopy yang digunakan untuk pengajuan baik kartu kredit, debit atau pembukaan rekening di setiap cabangnya.

3.8 Pendayagunaan mesin kantor & peralatan
Gambar kantor pusat bank BCA. Sumber : http://assets.regus.com

Menara BCA merupakan salah satu wujud komitmen BCA dalam pelestarian lingkungan hidup. Gedung ini adalah salah satu gedung pertama di Indonesia yang meraih sertifikat Greenship EB Platinum, peringkat tertinggi dalam sertifikasi Green Building. Sertifikat tersebut dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI), sebuah lembaga swadaya nonprofit, anggota dari World Green Building Council (WGBC) yang berpusat di Toronto, Kanada. Hingga saat ini baru enam gedung di Indonesia yang telah memiliki sertifikat Greenship.

Dibanding gedung sejenis, Menara BCA mampu menghemat konsumsi energi listrik sebesar 35% atau setara penurunan emisi gas karbon dioksida (CO2) sebesar 6.360 ton per tahun. Salah satu faktor yang membuat gedung ini mampu menekan konsumsi energinya adalah penggunaan lampu LED (lightemitting diode), yang mampu menghemat listrik hingga 70% dan sekaligus menurunkan beban kerja AC karena hampir tidak ada panas yang dilepaskan oleh lampu. Selain itu, kaca luar gedung memakai teknologi insulated glazing yang dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam ruangan tanpa mengurangi intensitas cahaya secara signifikan. Tidak hanya di Menara BCA, tahun 2014 beberapa gedung KCU dan KCP baru juga sudah menggunakan lampu LED diantaranya: KCU Margonda, KCU Asia Medan, KCU Kota, KCP Sentral Cikini, KCP Taman Palem, KCP Kepa Duri, KCP Slompretan, KCP Buah Batu dan KCP Padalarang. (Annual Report BCA 2014 : 328)

Selain itu program Printer Pooling Management (PPM) diterapkan guna mengganti seluruh peralatan printer, copier, scanner dan fax menjadi single device multi function printer sehingga diharapkan terdapat efisiensi biaya print hingga 15%, efisiensi penggunaan kertas hingga 11% dan tentunya efisiensi penggunaan listrik.

3.9 Penyusunan tata ruang dan perencanaannya

Penyusunan tata ruang dan perencanaanya secara berkala di cek oleh komite audit dan bertanggung jawab untuk melakukan pemantauan dan evaluas atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian internal termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan.

3.10 Penulisan laporan

Penulisan laporan seperti laporan umum tahunan di BCA telah diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia, No. 14/35/ DPNP tanggal 10 Desember 2012 perihal Laporan Tahunan Bank Umum dan Laporan Tahunan Tertentu yang Disampaikan kepada Bank Indonesia.

3.11 Penyusunan buku pedoman kerja

Buku pedoman kerja disusun berdasarkan ketetapan antara direksi dan komisari dan rapat tahunan pemegang saham. Komite audit akan selalu mengecek apakah sudah sesuai dengan GCG atau belum. Jika belum komite audit akan mengajukan revisi kepada ke manajemen untuk dilakukan perubahan.

3.12 Penyusunan Anggaran belanja

Penyusunan anggaran belanja di BCA diakukan oleh bagian terkait dan selalu diawasi oleh audit sehingga dipastikan tidak ada penyimpangan biaya.

3.13 Analisis kepegawaian
Teller Bank BCA. Sumber : http://cdn-2.tstatic.net/

BCA membentuk tim khusus untuk menganaslisa dan memecahkan kasus kepegawaian di BCA. Pembentukan Komite Pertimbangan Kasus Kepegawaian (KPKK) dilandasi dengan misi untuk memberikan rekomendasi kepada Direksi mengenai penyelesaian kasus yang memenuhi prinsip keadilan dan kesetaraan melalui penelaahan kasus pelanggaran dan/atau kejahatan yang dilakukan karyawan.

Referensi
Dokumen Elektronik :
  1. PT. Bank Central Asia. (2014) Annual Report 2014 PT. Bank Central Asia. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.bca.co.id/include/download/annual_report2014.pdf. [Diakses pada : 23 Januari 2016]

  2. PT. Bank Central Asia. (2013) Data Perusahaan PT. Bank Central Asia. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.bca.co.id/include/download/laporan_tahunan2013/Data_Perusahaan.pdf. [Diakses pada : 23 Januari 2016]

  3. PT. Bank Central Asia. (2013) Sumber Daya Manusia di PT. Bank Central Asia. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.bca.co.id/include/download/laporan_tahunan2013/Sumber_Daya_Manusia.pdf. [Diakses pada : 23 Januari 2016]

  4. PT. Bank Central Asia. (2013) Arahan Strategis di PT. Bank Central Asia. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.bca.co.id/include/download/laporan_tahunan2013/Arahan_Strategis_BCA.pdf. [Diakses pada : 23 Januari 2016]

  5. PT. Bank Central Asia. (2013) Tata Kelola Perusahaan di PT. Bank Central Asia. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.bca.co.id/include/download/laporan_tahunan2013/Tata_Kelola_Perusahaan.pdf. [Diakses pada : 23 Januari 2016]

  6. PT. Bank Central Asia. (2013) Analisa dan Pembahasan Manajemen. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.bca.co.id/include/download/laporan_tahunan2013/Analisa_Pembahasan_Manajemen.pdf. [Diakses pada : 23 Januari 2016]

  7. PT. Bank Central Asia. (2013) Struktur Organisasi PT. Bank Central Asia. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.bca.co.id/include/download/Struktur-Organisasi.pdf. [Diakses pada : 23 Januari 2016]

  8. PT. Bank Central Asia. (2014) Tata kelola perusahaan PT. Bank Central Asia Tahun 2014. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.bca.co.id/include/download/gcg/tata-kelola-perusahaan-tahun-2014.pdf. [Diakses pada : 23 Januari 2016]

  9. PT. Bank Central Asia. (2014) Laporan pelaksanaan GCG tahun 2014 PT. Bank Central Asia. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.bca.co.id/include/download/LaporanPelaksanaanGCG2014.pdf. [Diakses pada : 23 Januari 2016]
About Us