Kamis, 27 April 2017

Tugas V-Class Analisa dan Perancangan Jarkom - 21 April 2017


TUGAS V-CLASS 21 APRIL 2017
PENGERTIAN IP VERSI 6

A. PENDAHULUAN
IPv6 adalah singkatan untuk "Internet Protocol Version 6". IPv6 adalah protokol Internet generasi selanjutnya, yang dirancang untuk menggantikan Protokol Internet saat ini, IP Version 4. IPv6 dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF).

Sejak awal tahun 1990-an, organisasi Internet Enginering Task Force (IETF) mulai menyadari bahwa suatu saat routing protocol IPv4 akan mengalami keterbatasan dalam penyediaan alamat Internet Protocol (IP) dan mulai mencari suatu routing protocol pengganti yang dapat menyediakan jumlah alamat IP lebih banyak. Hal ini yang kemudian mengawali proses pengembangan IPv6 (IP next generation) sebagai penerus IPv4. Untuk IPv6 ditetapkan menjadi salah satu standar IETF melalui RCF 2460.Perubahan ke IPv6 juga mendorong berkembangnya protokol-protokol baru pada OSI dan TCP/IP sebagai penunjang protocol routing IPv6 itu sendiri, seperti misalnya protokol baru Internet Control Message Protocol (ICMPv6),Neighbor Discovery, dan Mlticast Listener Discovery (MLD). Header IPv6 yang lebih sederhana sehingga hal ini juga mempengaruhi infrastruktur network keseluruhan.IPv6 telah dirancang dengan skalabilitas yang tinggi agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama untuk terus memungkinkan pertumbuhan Internet.

Namun,penerapan IPv6 masih berjalan lambat dan masih terbatas dalam jaringan internet tertentu.hal ini terjadi karena perangkat dan infrastruktur yang secara luas digunakan dalam keseluruhan jaringan internet masih merupakan perangkat dan infrastruktur dari IPv4, dan sepertinya masih akan terus berlangsung sampai beberapa waktu ke depan. Akan tetapi cepat atau lambat pada akhirnya IPv6 akan menggantikan dominasi dari IPv4 sebagai routing protocol.


Gambar logo pengembang IP V6


Sebelum perubahan infrastruktur sepenuhnya ke IPv6, maka diperlukan suatu solusi di mana IPv6 harus dapat berdampingan dengan IPv4, keduanya harus dapat saling berkomunikasi dengan compability yang sesuai. Apabila selama masa transisi hal tersebut tidak dapat terpenuhi,maka dapat terjadi kekacauan pada jaringn internet. Inilah yang membuat transisi dari IPv4 ke IPv6 dilakukan secara bertahap. Sebagai salah satu solusi dari permasalahan ini adalah dengan menggunakan metode Tunneling.

Dengan IPv6, lebih banyak pengguna dan perangkat yang dapat berkomunikasi di Internet menggunakan jumlah alamat IP yang lebih besar. Pada IPv4, panjang setiap alamat IP adalah 32 bit, yang memungkinkan 4,3 miliar alamat unik. Contoh alamat IPv4:
172.16.254.1
Sebagai perbandingan, alamat IPv6 adalah 128 bit, yang memungkinkan tiga ratus empat puluh triliunan alamat IP unik. Contoh alamat IPv6:
2001:db8:ffff:1:201:02ff:fe03:0405


B.PERBEDAAN DENGAN IP4
IP V4IP V6
Pengalamatan lebih sedikit.Memungkinkan pengalamatan lebih banyak.
Panjang alamat 32 bit (4 bytes).Panjang alamat 128 bit (16 bytes).
Dikonfigurasi secara manual atau DHCPIPv6 Tidak harus dikonfigurasi secara manual, bisa menggunakan address autoconfiguration
Dukungan terhadap IPSec opsionalDukungan terhadap IPSec dibutuhkan
Header mengandung option.Data opsional dimasukkan seluruhnya ke dalam extensions header.
Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.Paket link-layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 1500 byte
Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan ada router, menurunkan kinerja routerFragmentasi dilakukan hanya oleh pengirim.
Checksum termasuk pada header.Cheksum tidak masuk dalam header.
Menggunakan ARP Request secara broadcast untuk menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat link-layer.ARP Request telah digantikan oleh Neighbor Solitcitation secara multicast.
Untuk mengelola keanggotaan grup pada subnet lokal digunakan Internet Group Management Protocol (IGMP).IGMP telah digantikan fungsinya oleh Multicast Listener Discovery (MLD).
D.
KELEBIHAN
Kelebihan IPv6 dibandingkan dengan IPv4 antara lain:
  • Ruang alamat IPv6 yang lebih besar yaitu 128 bit.
  • Pengalamatan multicast, yaitu pengiriman pesan ke beberapa alamat dalam satu group.
  • Stateless address autoconfiguration (SLAAC), IPv6 dapat membuat alamat sendiri tanpa bantuan DHCPv6.
  • Keamanan lebih bagus dengan adanya default sekuriti IPSec.
  • Pengiriman paket yang lebih sederhana dan efisien.
  • Dukungan mobilitas dengan adanya Mobile IPv6.
E.IMPLEMENTASI
IPv6 mempunyai format alamat dan header yang berbeda dengan IPv4. Sehingga secara langsung IPv4 tidak bisa interkoneksi dengan IPv6. Hal ini tentunya akan menimbulkan masalah pada implementasi IPv6 pada jaringan internet IPv4 yang telah ada. Sebagai solusi masalah implementasi IPv6 ini diperlukan suatu mekanisme Transisi IPv6. Tujuan pembuatan mekanisme transisi ini adalah supaya paket IPv6 dapat dilewatkan pada jaringan IPv4 yang telah ada ataupun sebaliknya.

Teknologi Internet saat ini menggunakan protokol IPv4. Kenyataannya bahwa infrastruktur digunakan sekarang sangat menyulitkan transisi protokol dari IPv4 ke IPv6 sekaligus. Sangat tidak relistis untuk mengharuskan semua node menggunakan IPv6 pada suatu saat yang ditentukan, misalkan tengah malam pada tanggal tertentu. Yang dibutuhkan adalah sebuah mekanisme transisi. Mekanisme yang dibahas di sini adalah kondisi saat mesin IPv6 harus berhubungan dengan mesin IPv6 dan menggunakan infrastruktur routing IPv4.

F.KEAMANAN
Pada IPv6 telah mendukung komunikasi komunikasi terenkripsi maupun authentification pada layer IP. Dengan memilki fungsi security pada IP itu sendiri, maka dapat di lakukan hal seperti packet yang di kirim dari host tertentu seluruhnya di enkripsi. Pada IPv6 untuk authentification dan komunikasi terenkripsi memakai header yang di perluas ynag di sebut AH (Authentification Header) dan payload yang di enkripsi yang disebut ESP (Encapsulating Security Payload). Pada komunikasi yang memerlukan enkripsi kedua atau salah satu header tersebut di tambahkan.

Fungsi security yang di pakai pada layer aplikasi, mislnya pada S-HTTP dipaakai SSL sebagai metode enkripsi, sedangkan pada PGP memakai IDEA sebagai metode enkripsinya. Sedangkan manajemen kunci memakai cara tertentu pula. Sebaliknya, pada IPv6 tidak di tetapkan cara tertentu dalam metode enkripsi dan manajemen kunci, sehingga mnejadi fleksibel dapat memakai metode manapun.Hal ini di kenal sebagai Sh(Security Assocaition). Fungsi Security pada IPv6 selain pemakaian pada komunikasi terenkripsi antar sepasang host dapat pula melakukan komunikasi terenkripsi antar jaringan dengan cara menenkripsi paket oleh gateway dari 2 jaringan yang melakukan komunikasi tersebut.

Teknologi Internet saat ini menggunakan protokol IPv4. Kenyataannya bahwa infrastruktur digunakan sekarang sangat menyulitkan transisi protokol dari IPv4 ke IPv6 sekaligus. Sangat tidak relistis untuk mengharuskan semua node menggunakan IPv6 pada suatu saat yang ditentukan, misalkan tengah malam pada tanggal tertentu. Yang dibutuhkan adalah sebuah mekanisme transisi. Mekanisme yang dibahas di sini adalah kondisi saat mesin IPv6 harus berhubungan dengan mesin IPv6 dan menggunakan infrastruktur routing IPv4.

G.DAFTAR ISI
Materi :
  1. https://support.apple.com/id-id/HT202236
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/IPv6
  1. Logo IETF : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/98/IETF_Logo.svg/1200px-IETF_Logo.svg.png
  2. Heading : http://www.gettyimages.com/detail/photo/network-cables-and-hub-royalty-free-image/171321658?esource=SEO_GIS_CDN_Redirect
About Us