Minggu, 09 November 2014

Tugas VI - Fertilitas, Mortalitas, dan Migrasi






A. Kelahiran
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan mendukung kelahiran (pro natalitas). 

Faktor-faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar. Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain : 

  1. Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu 
  2. Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua. 
  3. Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki. 
  4. Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua. 
  5. Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi. 


Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain : 

  1. Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak 
  2. Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun. 
  3. Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 
  4. Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya anak ke-2 
  5. Penundaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan. 


Faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya angka natalitas dalam suatu Negara antara lain : 

  1. Kepercayaan dan agama faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama untuk kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak. 
  2. Tingkat Pendidikan Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional. 
  3. Kondisi Perekonomian Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu Negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak. 
  4. Kebijakan Pemerintah Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil. Misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran. 
  5. Adat istiadat di Masyarakat Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk, Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya. 
  6. Kematian dan Kesehatan Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran. 
  7. Struktur Penduduk Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non-produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).


B. Kematian
Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. 

Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas) Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar, yang termasuk faktor ini adalah : 

  1. Sarana kesehatan yang kurang memadai 
  2. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan 
  3. Terjadinya berbagai bencana alam 
  4. Terjadinya peperangan 
  5. Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri 
  6. Tindakan bunuh diri dan pembunuhan. 


Faktor penghambat kematian (anti mortalitas) Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah, yang termasuk faktor ini adalah : 

  1. Lingkungan hidup sehat. 
  2. Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap. 
  3. Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain. 
  4. Tingkat kesehatan masyarakat tinggi. 
  5. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.


C. Migrasi
Perpindahan (migrasi) atau mobilitas penduduk yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi 

  1. Faktor individu. 
  2. Faktor yang terdapat di daerah asal. 
  3. Faktor yang terdapat di daerah tujuan. 
  4. Rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan. 


Daya tarik dan daya dorong di daerah asal yang mempengaruhi perpindahan penduduk : 

  1. Kekuatan Sentripental adalah kekuatan yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal, misalnya : Terikat tanah warisan, Menunggu orang tua yang sudah lanjut, Kegotong royongan yang baik, dan Daerah asal merupakan tempat kelahiran nenek moyang mereka. 
  2. Kekuatan Sentrifugal adalah kekuatan yang mendorong untuk meninggalkan daerah asal, misalnya: Terbatasnya pasaran kerja dan Terbatasnya fasilitas pendidikan


D. Hubungan Fertilitas, Mortalitas, dan Migrasi
Faktor-faktor diatas adalah factor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk di suatu Negara. Fertilitas dan migrasi akan menambah jumlah penduduk di suatu daerah. Sedangkan mortalitas mengurangi jumlah penduduk. Migrasi dapat mengurangi dan dapat menambah penduduk dalam suatu daerah.
About Us